Macam macam metode untuk menghafal Al-Quran

Menghafal ayat Al-Quran adalah satu aktivitias yang sangat mulia sekali, sebagaimana sabda Nabi :
“Umatku yang paling mulia adalah mereka yang menghafal Al-Quran”.

Bahkan tidak sekedar hanya label kemuliaan saja yang mereka dapatkan, tetapi dia juga mendapatkan Syafa’at baginya dan untuk kedua orang tuanya. Imam Al-Syatibi mengubah sebuah syair yang sangat baik untuk menggambarkan kemuliaan yang didapatkan oleh para penghafal Al-Quran dan kedua orang tuanya, yaitu:

“Sungguh senang dan menarik, kedua-dua ibu bapa nya memakai mahkota dan permata yang bersinar (di akhirat kelak sebagai balasan). “Untuk menghafal Al-Quran 30 juz tidak semudah mengubah kedua telapak tangan, kerana untuk mendapatkan hasil yang terbaik butuh semangat dan pengorbanan jiwa dan raga.

Untuk ini, ada beberapa perkara yang perlu kita pertimbangkan untuk orang yang ingin menghafal Al-Quran :

A. Pra-mengahafal.

Seorang penghafal Al-Quran mesti mematuhi atau memperhatikan hal hal sebagai berikut:

1. Menghilangkan perkara yang tidak baik dan juga untuk menjauhkan diri dari kesibukan duniawi.
2. Tumbuhkan rasa niat di dalam diri untuk mencari keridhaan Allah dan mengikuti Sunnah Sunnah Rasul.
3. Berdoa kepada Allah swt dengan sepenuhnya.
4. Meminta doa kepada ibu bapa dan guru-guru kita.
5. Membina jadwal yang jelas untuk mengahafalnya.
6. Berteman lah dengan orang orang yang bisa memberi Inspirasi dan Motivasi untuk terus menghafal Al-Quran.

B. Saat menghafal Al-Quran

1. Menjaga wudhu untuk dapat membaca Al-Quran.
2. Membiasakan bangun sebelum subuh untuk bisa menghafal Al-Quran pada sepertiga malam.
3. Konsisten dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam titik tertentu,
baik untuk hafalan yang baru atau hanya muraja’ah (mengulang hafalan).
jadwal yang sudah dibuat sebaiknya tidak boleh dilanggar. Jika ada kesibukan yang lain dan harus meninggalkan hafalan baru dan Muraja’ah maka itu harus diqadha atau diganti di kemudian hari.
4. Bersabar untuk setiap ujian dan cobaan saat menghafal Al-Quran selalu bersandar kepada Al-Quran.
5. Dalam menghafal, harus memperhatikan ayat-ayat yang serupa (mutasyabihat), sehingga hafalannya tidak rancau,
6. Sebaiknya Biasakan mengulang hafalan saat shalat untuk melancarkan hafalan, dan juga harus membisakan menuliskannya ke dalam keretas, agar selain hafalan dalam bentuk ingatan kita juga hafal dalam bentuk tulisan.
7. Menggunakan satu Mushaf, sehingga terbiasa dan tidak membingungkan letak awal dan akhir dari ayat yang di hafal.

8. Keutamaan dan keistimewaannya Al-Quran.

Cara menghafal Al-Quran ada tiga metode, sebagai berikut:

• Metode pertama, Thariqah Tasalsuli.

Metode ini adalah untuk membaca satu ayat yang pertama dan kemudian mengulangi untuk di hafalkan. Setelah menghafal ayat pertama ini, dan kemudian di lanjutkan dengan ayat yang kedua menghafal berulang-ulang sehingga ia lancar dan Mutqin (melekat sangat kuat). Selepas kedua ini hafal, kemudian mengulangi (menggabungkan) ayat pertama dan ayat kedua. Selepas dua ayat di atas di rasa sudah mutqin dan lancar, dan kemudian diteruskan pada ayat yang ketiga dan seterusnya sampai batas hafalan yang telah disusun dalam jadwal setiap harinya.

• Metode kedua, Thariqah Jam’i.

Metode ini adalah menghafal ayat yang pertama sampai baik, dan kemudian berterusan dalam ayat yang kedua sehingga lancar, dan kemudian terus dalam ayat ketiga sehingga lancar juga. Sehingga sampai pada batas hafalan yang di susun dalam jadwal setiap harinya. Selepas banyak ayat yang dihafal dalam batasnya, maka harus diulangi dari awal ayat yang pertama sampai ayat yang terakhir dengan beberapa kali pengulangan hingga hafalan menjadi lancar tanpa halangan.

• Metode ketiga, Thariqah Muqassam.

Metode ini membagi hafalan pada beberapa bagian terbatas dalam makna, dan menuliskan hasil hafalannya tersebut kedalam kertas. Dan memberi setiap hafal dengan judul, dan kemudian dihafal secara komulatif dan digabungkan.

C. Pasca Menghafal / mengkhatamkan Al-Quran

1. Manajemen muraja’ah

Manajemen muraja’ah adalah mengatur waktu untuk mengulang dari hafalannya tergantung pada kemampuannya. Karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda beda dalam mengulang hafalannya. Kadang-kadang ada seorang mampu mengkhatamkan hafalannya dalam satu hari semalam, seminggu, sebulan, bahkan berbulan-bulan. Di samping itu, ia juga bisa mengulangi hafalan dengan membacanya di dalam shalat yang lima waktu, bisa juga di baca di dalam shalat sunnah.

2. Konsisten mengulangi hafalan

Konsisten mengulangi hafalan adalah seorang hafidz al-Quran harus memiliki prinsip-prinsip yang teguh dan selalu memiliki hati yang sabar, bahkan dalam keadaan dan situasi apapun. Karena tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai kecuali dilandasi dengan konsistensi yang kuat, begitu pula tidak ada hafalan yang kuat di raih kecuali konsisten mengulangi hafalanya. Oleh karena itu untuk menjaga hafalan, seorang hafidz Al-Quran harus konsisten dengan menejemen waktunya dan murajaah yang telah di tetapakan. Jika ia mampu mengulangi hafalanya setiap hari 1 juz, maka harus konsisten dengan pengulangan tersebut.

3. Perbanyak doa

Perbanyak doa adalah, kita harus selalu memohon kepada Allah untuk dijaga hafalannya agar tidak gampang lupa. Dan selalu mencari Ridha Allah swt.

Inilah beberapa metode untuk kita yang ingin menghafal Al-Quran dengan baik, Semoga kita tetap berada di jalan yang lurus dan mendapatkan Syafaat nya kelak di Akhirat nanti.

Tinggalkan komentar