Hukum membunuh cicak menurut islam

hukum-membunuh-cicak-dan-pahala-membunuh-cicak

Mungkin masih banyak lagi beberapa hadist yang menceritakan atau menerangkan tentang membunuh cicak menurut pandangan islam, dan inilah salah satu nya.

Hewan yang bernama cicak adalah salah satu jenis hewan melata yang legend daris dalam sejarah islam, reftil mamalia berkaki empat ini yang sering kita lihat selalu berkeliaran di dinding tembok dalam rumah rumah kita. Fakta nya cicak termasuk salah satu di antara banyak hewan dalam kategori binatang yang terkutuk sampai akhir zaman.

Pertanyaan nya adalah mengapa hewan satu ini menjadi salah satu binatang yang harus di bunuh. Dan apa yang membuat si cicak menjadi begitu di musuhi dan bagaimana sejarah nya, dan adakah dalil dari Allah swt dan Rasul nya bolehkah kita membunuh si cicak. Fakta tentang cicak memang fakta yang sangat luar biasa dan pengaruhnya dalam sejarah islam.

cicak di sebut sebut sebagai binatang yang menjadi perantara para setan dan jin untuk ikut memusuhi dakwah Nabi Allah ibrahim as. Maka dari sinilah kisah buruk nya cicak di mulai itulah mengapa sebab nya cicak bisa di bunuh, hal ini karena ciciak menjadi pengikut dan pembunuh seorang raja namrud ibnu kan’an dan ikut mengobarkan api untuk membakar Nabi Allah Ibrahim as.

Dan inilah beberapa hukum membunuh cicak dan pahalanya :

  1. Fakta cicak dalam sejarah

Dalam sebuah hadits riwayat muslim pernah menyebutkan,

“wahai ibu kaum mukminin apa yang akan engkau lakukan dengan tombak ini? Aisyah menjawab, kami baru saja membunuh cicak cicak. Sesungguhnya nabi Muhammad saw pernah memberi tahu bahwa takala ibrahim as di lemparkan ke dalam api, tak satupun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkan nya kecuali cecak yang meniup niupkan api nya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuh nya, dahulu cicak lah yang meniup dan memperbesar kobaran api yang membakar Ibrahim.” (HR.Muslim).

Perkenaan dengan Namrud dialah salah satu raja yang pertama kali mengaku bahwa dirinya sebagai Tuhan dari kerajaan bag di dunia atau yang sekarang di kenal dengan negara Iraq. Kepengakuan raja Namrud ini menjadi sebab dimana Allah swt menyuruh Nabi Ibrahim as untuk turun memberi misi dakwah darinya, hingga singkata nya Nabi Ibrahim pun di tangkap dan di siksa hingga di bakar dalam api. Allah swt telah menyebutkan kisah ini dalam Al-Quran. Mereka berkata:

“dirikanlah sebuah bangunan untuk membakar (Ibrahim), lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala nyala itu.” (Qs.As-Shaffat : 97).

Dan ketika Nabi Ibrahim di campakan ke dalam api yang menyala nyala itu, maka terdapat dua hewan yang telah berperan di sini pertama adalah cicak, dia berperang membantu Namrud dan ikut membakar Nabi Ibrahim as.

Sedangkan yang kedua adalah semut hewan yang mungil ini berada di pihak Nabi Ibrahim as Namun tetep Allah yang memenangkan ke menangan saat itu Nabi Ibrahim as mendapatkan pertolongan Allah, dengan cara Allah menyuruh api untuk berhenti agar tidak membakar api kekasih nya Nabi Ibrahim As. Allah swt berfirman :

“Hai api menjadi dingin lah, dan jadi keselamatan lah bagi Ibrahim As.” (Qs.Al-Anbiyaa : 69).

Jika semua befihak kepada Nabi Ibrahim as maka cicak malah berfihak kepada sang raja Namrud Ibnu kan’an. Dalam cerita itu semut bersusah payah berlari lari membawa butiran air yang ada di mulut nya untuk memadamkan kobaran api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim as.

Kemudian se ekor burung tak kala mewakili keheranan semua binatang yang menyakisan peristiwa tersebut tidak mungkin setetes air yang ada di mulut mu mampu memadamkan api sebesar itu saut si burung, namun kemudian semut menjawab memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu tetapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana.

Dari peristiwa tersebutlah akhirnya banyak hadits yang mengisahkan tentang bagai mana peranan cicak dalam mempersulit penyebaran Islam pada masa Nabi Ibrahim as.

2. Sunnah membunuh cicak

Hukum membunuh cicak dalam Agama Islam adalah sunah hal ini di sebabkan oleh kisah cicak yang akhirnya berfihak kepada Namrud Ibnu kan’an untuk ikut membakar Nabi Ibrahim as. Banyak hadits yang menerangkan sunah dan boleh membunuh cicak.

Di antara hadits itu adalah sebagai berikut :

Di kisahkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash R A, bahwa Nabi saw memerintahkan umatnya untuk membunuh cicak dan beliau menyebut cicak sebagai hewan fasiq atau pengganggu. (HR. Muslim).

“Barangsiapa yang membunuh se ekor cicak dengan satu pukulan di catat bagi nya seratus kebaikan, dalam dua pukulan pahala nya kurang dari itu, dalam tiga pukulan pahala nya kurang dari itu.” (HR.Muslim).

Dan aku mendengar bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang membunuh cicak maka Allah akan menghapus tujuh kesalahan atas nya.” (HR. Thabrani).

3. Pahala membunuh cicak

Di sebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa yang membunuh cicak maka pada awal pukulan nya baginya ini dan itu dari kebaikan. Barang siapa yang menbunuhnya dalam pukulan kedua, maka baginya ini dan itu yakni kebaikan yang berbeda dari yang pertama. Jika dia membunuh nya pada pukulan ketiga maka bagi nya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.” (HR. Muslim).

“barangsiapa yang membunuh waza atau cicak dengan sekali pukulan, Allah akan mencatat nya seratus kebaikan. Dan dengan dua kali pukulan, kurang dari itu (seratus) atau lima puluh kebaikan. Dan dengan tiga kali pukulan, kurang dari itu (seratus) atau dua lima kebaikan.” (HR. Muslim).

Itulah beberapa fakta dan pahala tentang membunuh cicak dalam Islam, sekarang kita sudah mengetahui bagaimanakah sesungguhnya cicak itu, alhamdulilah melalui pengetahuan ini semoga menjadi amal tambahan bagi kita semua dan semoga bermanfaat.

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *