Adab seorang murid kepada guru menurut islam

Adab seorang murid kepada guru, Guru memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan dunia ini. Seorang guru mengajarkan Ilmu kepada siswa siswanya dengan harapan bahwa Ilmu tersebut akan tertanam dalam diri siswanya. Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang sangat mulia, terutama ketika diajarkan adalah ilmu tentang agama Islam. Dalam Islam, tidak hanya belajar tentang ilmu tauhid Islam, tetapi juga belajar bagaimana kita bisa mengetahui yang hak dan yang bathil, yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu pentingnya peran seorang guru, maka dalam Islam begitu dimuliakan.

Seorang siswa atau murid harus bersikap baik saat berhadapan dengan gurunya. Karena keridhaan guru pada muridnya mempengaruhi tingkat keberhasilan seorang siswa dalam mempelajari ilmu yang diajarkan. Jadi bagaimana seharusnya Adab menuntut ilmu terhadap guru?

Menghormati seorang guru

Guru tidak hanya seseorang yang mengajarkan kita tentang ilmu, tetapi juga sebagai pengganti orang tua kita didalam tempat belajar atau sekolah. Dengan demikian, sudah sepantasnya kita menghormatinya sebagaimana kita menghormati mereka yang lebih tua dari kita. Beberapa cara menghormati guru dalam Islam yakni dengan memperhatikan atau menghormatinya ketika dia sedang berbicara di depan kita semua. tanpa mengganggu atau dipotong perkataannya,
Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri RA dia berkata:

“Ketika kami sedang duduk duduk di dalam masjid, kemudian datang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian duduk di hadapan kita. maka Seolah-olah di atas kepala kita terdapat burung. Tidak ada seorang pun dari kami yang berbicara “(HR. Bukhari).

Abu ‘Ubaid Al Qosim bin Salam berkata. “Saya tidak pernah sekalipun mengetuk pintu salah seorang guru saya, kerana Allah telah berfirman :

“Jika sekiranya mereka bersabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya” (QS Al Hujurat. 5).

Adab Duduk

Secara umumnya, seorang murid kalo belajar pasti semuanya dalam keadaan duduk. Dalam posisi dudukpun, ada adab adab yang perlu perhatian oleh seorang murid. Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm berkata,

“Pakailah adab anda yang terbaik apabila anda duduk dengan shaykh anda, pakailah cara yang baik untuk bertanya atau mendengarkanya. ”

Ibnul Jama’ah berkata:

“Seorang penuntut ilmu mesti duduk dengan Rapii, tenang, rendah hati, mata beralih kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar dengan tangannya, tidak ketawa dengan suara keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi seorang guru”.

Menurut dalil di atas, diketahui bahwa ada larangan duduk bersandar dalam Islam saat menuntut ilmu.

Cara Bahasa

Guru adalah orang yang mengajarkan kebaikan pada muridnya. Oleh itu, seorang murid mestilah bersikap baik pula kepada gurunya. Mempertimbangkan etika berbicara dalam Islam dengan ibu bapa, guru dan lain-lain.

Abi Said Al Khudry radhiallahu’anhu juga menjelaskan, “Ketika kami sedang duduk duduk di dalam masjid, kemudian datang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian duduk di hadapan kita. Seolah-olah diatas kepala kami terdapat burung. Tiada seorang pun dari yang kami berkata “(HR. Bukhari).

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang murid, adab seorang murid kepada gurunya :

1. Memberi salam

Seorang Pelajar hendaklah memberi salam kepada gurunya ketika dia bertemu di jalan, ataupun ditempat yang lainnya. Hal Ini mematuhi hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa yang kecil harus terlebih dahulu memberi salam kepada yang lebih besar.

2. Tidak banyak berbicara di depan guru

Banyak berbicara bisa berarti merasa lebih tahu daripada orang orang di sekelilingnya. Dan jika hal ini dilakukan di depan guru, maka bisa menimbulkan kesan seolah olah murid lebih tahu dari pada gurunya. Hal ini tidak dilakukan kecuali atas perintah gurunya.

3. Menyanggah omongan seorang guru

Pendapat Fulan berbeda dengan pendapat Anda. “Ketika guru memberikan suatu penjelasan yang berbeda dari apa yang telah dijelaskan oleh orang lain, sebaiknya siswa tidak harus langsung menyanggah penjelasan dari seorang guru. Sebaiknya murid meminta ijin terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapat orang lain yang berbeda. Jika guru berkenan, siswa tentu boleh menyampaikan hal itu.

4. Jangan bertanya tanya dengan teman duduknya

Maksud dari bertanya tanya kepada temannya adalah, ketika sewaktu sedang melakukan pertemuan dengan gurunya diDalam majlis ta’lim atau kegiatan pembelajaran di dalam kelas, siswa hendaknya bertanya kepada seorang guru ketika ada hal yang belum jelas. Hal ini tentu lebih baik daripada bertanya kepada teman-teman di sampingnya. Lebih memilih untuk bertanya kepada teman-temannya dan bukannya langsung bertanya kepada gurunya bisa membuat perasaan gurunya merasa tidak nyaman.

5. Jangan becanda berlebihan dengan guru

Guru tidak sama dengan teman-teman, dan oleh karena itu tidak dapat disetarakan dengan teman. Seorang murid harus memosisikan guru lebih tinggi dari dari temen sendiri sehingga ketika berbicara atau bercanda dengan guru tidak boleh berlebihan atau berperilaku yang berlebih. meskipun kita sudah menganggap guru itu sudah seperti teman sendiri, alangkah baiknya kita menjaga sikap dan perilaku meskipun kita rasa itu biasa saja bagaimanapun dialah tetep gurukita.

6. Tidak secara terbuka menunjukkan karena perbedaan pendapat dengan guru

Ini bisa saja seorang murid memiliki pendapat yang berbeda dengan gurunya. Jika itu terjadi, siswa tidak perlu mengungkapkanya secara terbuka sehingga di ketahui orang banyak. Lebih baik siswa yang meminta komentar sang guru tentang pendapatnya yang berbeda. Metode ini lebih sopan dari pada menunjukkan tindakan kontra terhadap guru di depan teman-temannya

itulah beberapa adab menuntut ilmu terhadap guru dalam sudut pandang Islam. semoga kita semuanya dapat mengamalkannya dan memperoleh hikmah darinya. serta menjadi peribadi yang senantiasa istiqomah dalam agama islam. aamin.

Tinggalkan komentar